oleh

Pimpin Upacara Hari PGRI Dan Hari Guru Ke-76, Wabup Sampaikan Amanah Mentri Pendidikan

-MENU-63 views

TOUNA(N.MEDIA)- Persatuan Guru Repoblik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tojo Una-Una baru-baru ini menggelar Upacara dalam rangka Peringatan hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional yang ke-76 tahun 202.

Upacara yang digelar di Lapangan sepak bola Kelurahan Bailo Baru, Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una itu dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu.

Lewat momentum upacara tersebut Wakil Bupati Tojo Una-Una Ilham Lawidu, menyampaikan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

“Kita semua tersandung dengan adanya pandemi. Guru dari Sabang sampai Merauke terpukul secara Ekonomi, terpukul secara kesehatan dan terpukul secara batin” Ungkap Ilham Lawidu mengutip sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

Lanjut Ilham, Guru mau tidak mau mendatangi rumah-rumah pelajar untuk memastikan mereka tidak ketinggalan pelajaran. Guru mau tidak mau mempelajari teknologi yang belum pernah mereka kenal.

“Guru mau tidak mau menyederhanakan kurikulum untuk memastikan murid mereka tidak belajar di bawah tekanan. Guru di seluruh Indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian dan kehilangan disiplin. Banyak guru mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga mereka agar bisa makan”.

“Saat saya menginap di rumah Guru Honorer di Lombok Tengah, Saat saya menginap di rumah Guru Penggerak di Yogyakarta, Saat saya menginap bersama Santri di Pesantren di Jawa Timur, saya sama sekali tidak mendengar kata “Putus Asa”, ucap Bapak Menteri dalam sambutannya”. Ujarnya

Menurutnya Guru se-Indonesia menginginkan kesempatan yang adil untuk mencapai kesejahteraan yang manusiawi. Guru se-Indonesia menginginkan akses terhadap teknologi dan pelatihan yang relevan dan praktis. Guru se-Indonesia menginginkan kurikulum yang sederhana dan bisa mengakomodasi kemampuan dan bakat murid yang berbeda-beda. Guru se-Indonesia menginginkan pemimpin-pemimpin sekolah mereka berpihak kepada murid, bukan pada birokrasi. Guru se-Indonesia ingin kemerdekaan untuk berinovasi tanpa dijajah oleh keseragaman.

“Sejak pertama kali kami cetuskan, Sekarang Merdeka Belajar sudah berubah dari sebuah kebijakan menjadi suatu gerakan yang kuat untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa semua Guru Se-Nusantara atas Pengorbanan dan Ketangguhannya. Merdeka Belajar ini sekarang milik anda” Tuturnya**

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed